8,5MovieOn21
Di poster film sering tertulis kalimat kecil dalam bahasa Inggris: based on, artinya diangkat dari. Diangkat dari novel, dari komik, dari kisah nyata. MovieOn21 membaca kata on di namanya dengan cara itu, dan menjadikan kalimat kecil tadi susunan seluruh situs. Dua ratus dua puluh sembilan film ditata menurut sumber ceritanya dalam enam belas rak: novel, novel Indonesia, novel remaja, buku anak, komik, manga dan anime, panggung, game dan mainan, wahana taman hiburan, kisah nyata, film lama, serial televisi, dongeng, dan cerita asli. Bersama lima daftar gabungan, jumlahnya dua puluh satu daftar. Pilih sumber kesukaan Anda, lalu lihat film yang lahir darinya.
Enam belas rak sumber: film ini diangkat dari apa?
Dari novel
Lihat semua (17)
8,5
8,4
8,5
8,4
8,7
7,9Dari novel Indonesia
Lihat semua (18)
7,5
7,6
6,2
7,0
6,9
5,9Dari novel remaja
Lihat semua (16)
7,9
7,7
7,2
8,0
7,8
8,1Dari buku anak
Lihat semua (15)Dari komik
Lihat semua (18)Dari manga dan anime
Lihat semua (15)
7,3
8,2
8,1
7,4
7,2
6,5Dari panggung
Lihat semua (14)Dari game dan mainan
Lihat semua (12)
6,8
7,6
7,3
6,0
7,4
7,4Dari wahana taman hiburan
Lihat semua (5)
7,8
7,4
7,3
6,6
7,3Dari kisah nyata
Lihat semua (18)Dari kisah nyata Indonesia
Lihat semua (12)
7,0
6,3
7,7
6,5
7,4
7,7Buat ulang film lama
Lihat semua (17)Dari serial televisi
Lihat semua (10)
7,4
6,1
6,6
7,5
8,0
8,4Dari dongeng dan legenda
Lihat semua (6)
7,2
7,6
7,1
8,2
7,3
6,4Cerita asli
Lihat semua (18)Cerita asli Indonesia
Lihat semua (18)
7,4
7,6
6,9
7,5
7,3
7,6Panduan MovieOn21
MovieOn21: diangkat dari apa?
Kalimat kecil di poster
Di banyak poster film, di bawah judul, ada kalimat kecil dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan dua kata: based on. Artinya diangkat dari. Diangkat dari novel laris, dari komik, dari kisah nyata, dari lakon panggung. Kalimat itu kecil, tetapi menjawab pertanyaan besar: dari mana cerita ini datang?
MovieOn21 membaca kata on di namanya dengan cara itu, dan menjadikan pertanyaan tadi susunan seluruh situs. Dua ratus dua puluh sembilan film ditata menurut sumber ceritanya dalam enam belas rak sumber. Setiap film berdiri di tepat satu rak, dan nama sumbernya tertulis di bawah poster. Gagasan ini diuraikan di Diangkat dari apa.
Angka 21 di nama situs ini pun mendapat arti. Enam belas rak sumber dihimpun menjadi lima kelompok, dan enam belas ditambah lima menghasilkan dua puluh satu daftar. Halaman Sumber menampilkan semuanya.
Tiap film memiliki halaman sendiri dengan poster, sinopsis berbahasa Indonesia, daftar pemeran, sutradara, durasi, dan rating. Tombol Tonton sekarang membuka judul itu di JustWatch, tempat layanan resmi untuk negara Anda ditampilkan. Pengunjung baru sebaiknya membaca Mulai di MovieOn21 lebih dulu.
Mengapa sumber cerita? Karena selera penonton sering mengikuti sumbernya. Pembaca novel senang melihat buku kesayangannya hidup di layar. Penggemar komik mengikuti pahlawannya dari halaman ke bioskop. Penyuka sejarah mencari film yang benar-benar terjadi. Dan sebagian penonton justru mencari cerita yang lahir langsung untuk layar. Di MovieOn21 keempat jenis penonton itu punya raknya masing-masing.
Papan lima baris
Bagian teratas beranda adalah papan sumber dengan lima baris. Baris pertama, Dari buku, memuat empat rak dengan 66 film. Baris kedua, Dari gambar dan panggung, memuat lima rak dengan 64 film. Baris ketiga, Dari dunia nyata, memuat dua rak dengan 30 film.
Baris keempat, Dari layar dan cerita lama, memuat tiga rak dengan 33 film. Baris kelima, Cerita asli, memuat dua rak dengan 36 film. Enam puluh enam, enam puluh empat, tiga puluh, tiga puluh tiga, dan tiga puluh enam bila dijumlahkan menghasilkan dua ratus dua puluh sembilan.
Tiap kotak di papan memuat nomor rak, nama sumber, dan jumlah filmnya. Di bawah papan, tiap rak tampil sebagai deretan poster film terpopulernya, dengan nama sumber tertulis di bawah tiap poster. Tautan Lihat semua membuka rak selengkapnya.
Cara sumber ditentukan
Penentuan sumber dilakukan dalam dua langkah. Langkah pertama memakai kata kunci yang tercatat di TMDB untuk tiap film, misalnya diangkat dari novel, diangkat dari komik, atau diangkat dari kisah nyata. Langkah kedua adalah pemeriksaan oleh redaksi, judul demi judul, pada 13 Oktober 2026. Film yang sumbernya meragukan disisihkan, dan film Indonesia ditentukan sumbernya dengan tangan.
Banyak film memiliki lebih dari satu sumber. Schindler's List diangkat dari sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Aladdin versi 2019 adalah buat ulang film animasi yang berasal dari dongeng. MovieOn21 mencatat satu sumber utama, yaitu yang paling menentukan rasa filmnya, sehingga tiap film berdiri di satu rak saja.
Rak cerita asli memuat film yang naskahnya ditulis langsung untuk layar. Cerita asli tetap bisa terilhami banyak hal, dari sejarah sampai pengalaman pribadi penulisnya, dan naskahnya berdiri sendiri, di luar buku, komik, atau karya lain yang sudah terbit. Uraian lengkapnya ada di Cara menentukan sumber.
Rak 1: dari novel
Rak dari novel memuat tujuh belas film mancanegara yang lahir dari novel. Rata-rata ratingnya 8,13, tertinggi kedua di antara semua rak, dan sembilan filmnya memiliki rating 8,0 atau lebih. Rata-rata durasinya 164 menit, terpanjang di MovieOn21: novel tebal menghasilkan film panjang.
Puncak rak ini adalah The Godfather (1972) dengan rating 8,7, tertinggi di seluruh situs, dan The Godfather Part II (1974) dengan 8,6. Keduanya diangkat dari novel Mario Puzo, yang ikut menulis naskahnya. Tiga film The Lord of the Rings, dari novel J.R.R. Tolkien, berdiri di sampingnya: The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001), The Lord of the Rings: The Two Towers (2002), dan The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), dengan rating 8,4 sampai 8,5.
Banyak penonton terkejut mengetahui film-film ini berasal dari buku. Forrest Gump (1994) diangkat dari novel Winston Groom. Jurassic Park (1993) dari novel Michael Crichton. The Silence of the Lambs (1991) dari novel Thomas Harris. One Flew Over the Cuckoo's Nest (1975) dari novel Ken Kesey, dan The Devil Wears Prada (2006) dari novel Lauren Weisberger.
Film klasik di rak ini berasal dari novel besar pada zamannya: Gone with the Wind (1939), film terpanjang di situs dengan 238 menit; Rebecca (1940) karya Alfred Hitchcock; The Bridge on the River Kwai (1957); dan Ben-Hur (1959). Yang lebih baru adalah Dances with Wolves (1990), Gone Girl (2014), yang naskahnya ditulis sendiri oleh novelisnya, dan Dune (2021).
Rak 2: dari novel Indonesia
Rak dari novel Indonesia memuat delapan belas film Indonesia yang diangkat dari novel dan buku. Semuanya dirilis antara 2008 dan 2020, masa ketika novel laris hampir pasti difilmkan. Enam belas di antaranya drama, dan rata-rata ratingnya 7,02.
Tiga penulis masing-masing menyumbang tiga film. Dari novel Andrea Hirata lahir Laskar Pelangi (2008), Sang Pemimpi (2009), dan Laskar Pelangi 2: Edensor (2013), yang memiliki rating 7,8, tertinggi di rak ini. Dari novel Pidi Baiq lahir Dilan 1990 (2018), Dilan 1991 (2019), dan Milea: Suara dari Dilan (2020). Dari karya Dee Lestari lahir Perahu Kertas (2012), Perahu Kertas 2 (2012), dan Filosofi Kopi (2015), yang terakhir dari sebuah cerita pendek.
Sastra lama juga hadir. Bumi Manusia (2019) diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer dan berdurasi 181 menit, terpanjang di rak ini. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013) diangkat dari novel Hamka dan memiliki rating 7,7. Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018) diangkat dari seri cerita silat Bastian Tito, satu-satunya film aksi di rak ini.
Enam film lain berasal dari novel dan buku laris abad ini: Ayat-Ayat Cinta (2008) dari novel Habiburrahman El Shirazy, Negeri 5 Menara (2012) dari novel A. Fuadi, 5 cm (2012) dari novel Donny Dhirgantoro, 99 Cahaya di Langit Eropa (2013) dari catatan perjalanan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, Sabtu Bersama Bapak (2016) dari novel Adhitya Mulya, dan Critical Eleven (2017) dari novel Ika Natassa.
Rak 3: dari novel remaja
Rak dari novel remaja memuat enam belas film dari novel yang ditulis untuk pembaca muda. Rata-rata ratingnya 7,49 dan rata-rata durasinya 132 menit. Sepuluh di antaranya film petualangan.
Separuh rak ini dihuni Harry Potter. Delapan film dari tujuh novel J.K. Rowling berdiri berurutan, dari Harry Potter and the Philosopher's Stone (2001) sampai Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 (2011), yang memiliki rating 8,1, tertinggi di rak ini. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) memiliki rating 8,0.
Tiga film The Hunger Games (2012) dan dua lanjutannya, dari novel Suzanne Collins, mewakili gelombang cerita masa depan yang suram pada 2010-an. The Golden Compass (2007) dan Miss Peregrine's Home for Peculiar Children (2016) menambah petualangan fantasi.
Tiga film terakhir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Flipped (2010), kisah cinta monyet dari dua sudut pandang, memiliki rating 8,0. Words on Bathroom Walls (2020) memiliki 7,8, dan To All the Boys I've Loved Before (2018) memiliki 7,6.
Rak 4: dari buku anak
Rak dari buku anak memuat lima belas film dari buku cerita dan novel anak. Rata-rata ratingnya 7,34 dan rata-rata durasinya 105 menit. Delapan di antaranya animasi. Film tertuanya adalah Mary Poppins (1964), dari buku P.L. Travers.
Tiga film memiliki rating 8,0 atau lebih. The Wild Robot (2024), dari buku Peter Brown, memiliki 8,3. Wonder (2017), dari novel R.J. Palacio tentang anak dengan wajah yang berbeda, memiliki 8,1. Guillermo del Toro's Pinocchio (2022), dari cerita klasik Carlo Collodi, memiliki 8,0.
Buku bergambar yang tipis sering menjadi film yang besar. Shrek (2001) berasal dari buku bergambar William Steig. Jumanji (1995) dan The Polar Express (2004) sama-sama berasal dari buku bergambar Chris Van Allsburg. Cloudy with a Chance of Meatballs (2009) dan Night at the Museum (2006) pun demikian.
Dari Inggris datang Paddington (2014), Peter Rabbit (2018), Christopher Robin (2018) dengan tokoh-tokoh Winnie the Pooh, dan Alice in Wonderland (2010). Dua film naga, How to Train Your Dragon 2 (2014) dan How to Train Your Dragon: The Hidden World (2019), berasal dari seri buku Cressida Cowell.
Empat rak buku sebagai satu kelompok
Empat rak pertama membentuk kelompok Dari buku: 66 film, kelompok terbesar di MovieOn21. Rata-rata ratingnya 7,49 dan rata-rata durasinya 131 menit. Delapan belas di antaranya film Indonesia.
Buku adalah sumber cerita tertua bagi film dan tetap yang terbesar. Rentang waktu kelompok ini dari 1939 sampai 2024. Dua puluh tiga filmnya drama dan delapan belas petualangan. Bagi pembaca, kelompok ini menawarkan kesenangan ganda: membandingkan bayangan di kepala dengan gambar di layar. Panduannya ada di Panduan film dari buku.
Pertanyaan abadi para pembaca, baca dulu atau tonton dulu, dibahas tersendiri di Baca dulu atau tonton dulu.
Rak 5: dari komik
Rak dari komik memuat delapan belas film dengan rata-rata rating 7,64 dan rata-rata durasi 132 menit. Sebelas di antaranya film aksi. Semuanya dirilis antara 1997 dan 2023, masa ketika pahlawan komik menguasai bioskop dunia.
Rating tertinggi rak ini dimiliki sebuah animasi: Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018) dengan 8,4. Di bawahnya Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019) dengan 8,2, lalu The Avengers (2012) dan Joker (2019) dengan 8,1. Lima film itu memiliki rating 8,0 atau lebih.
Komik Marvel menyumbang paling banyak: Iron Man (2008), Thor: Ragnarok (2017), Black Panther (2018), Guardians of the Galaxy Vol. 3 (2023), Deadpool (2016), Logan (2017), X-Men: Days of Future Past (2014), dan Spider-Man 2 (2004). Big Hero 6 (2014) juga berasal dari komik Marvel, walau jarang disadari penontonnya. Dari komik DC hadir The Dark Knight Rises (2012). Men in Black (1997), film tertua di rak, berasal dari komik kecil yang nyaris terlupakan.
Dua film Indonesia berdiri di rak ini. Gundala (2019) diangkat dari komik karya Hasmi yang terbit sejak 1969, dan Sri Asih (2022) dari tokoh ciptaan R.A. Kosasih, pahlawan super pertama dalam komik Indonesia. Keduanya membuka jagat sinema pahlawan Nusantara.
Rak 6: dari manga dan anime
Rak dari manga dan anime memuat lima belas film dengan rata-rata rating 7,18. Sepuluh berbahasa Jepang, tiga berbahasa Korea, satu berbahasa Inggris, dan satu berbahasa Indonesia. Empat di antaranya animasi, dan sisanya film dengan pemeran manusia.
Rating tertinggi dimiliki Oldboy (2003) dari Korea dengan 8,2, yang diangkat dari manga Jepang. Dua film animasi menyusul dengan 8,1: Jujutsu Kaisen 0 (2021) dan Black Clover: Sword of the Wizard King (2023). SPY x FAMILY CODE: White (2023) dan GANTZ:O (2016) melengkapi deretan animasinya.
Film berpemeran manusia dari manga adalah tantangan tersendiri, dan rak ini memperlihatkan hasil yang beragam. Rurouni Kenshin: The Final dan Rurouni Kenshin: The Beginning, keduanya dari 2021, sama-sama memiliki rating 7,7. Alita: Battle Angel (2019) adalah versi Hollywood. Ada pula Azumi (2003), Bleach (2018), Demon City (2025), dan Fullmetal Alchemist (2017), yang ratingnya 5,4, terendah di rak ini.
Tiga film memperlihatkan perjalanan lintas negara. Little Forest (2018) adalah film Korea dari manga Jepang tentang memasak di desa. Illang: The Wolf Brigade (2018) adalah film Korea dari sebuah film anime. Dan Terlalu Tampan (2019) adalah film Indonesia yang diangkat dari komik web.
Rak 7: dari panggung
Rak dari panggung memuat empat belas film yang berasal dari lakon dan musikal teater. Rata-rata ratingnya 7,39 dan rata-rata durasinya 132 menit. Ini rak tertua di MovieOn21: rata-rata tahun rilisnya 1974, dan film tertuanya, Grand Hotel (1932), juga film tertua di seluruh situs.
Kejutan terbesar rak ini adalah Casablanca (1943), dengan rating 8,1. Film cinta paling terkenal itu diangkat dari sebuah lakon yang dibeli studio sebelum sempat dipentaskan. Amadeus (1984), dengan rating 8,0, diangkat dari lakon Peter Shaffer tentang Mozart dan pesaingnya.
Musikal panggung adalah penyumbang terbesar. The Sound of Music (1965), My Fair Lady (1964), West Side Story (1961), dan Oliver! (1968) datang dari zaman keemasan musikal Hollywood. Grease (1978), Chicago (2002), dan Mamma Mia! (2008) menyusul dari generasi berikutnya. Yang termuda adalah tick, tick... BOOM! (2021).
Lakon drama juga hadir. Hamlet (1948) adalah Shakespeare di tangan Laurence Olivier. A Man for All Seasons (1966) dan Driving Miss Daisy (1989) sama-sama diangkat dari lakon yang sukses di panggung lebih dulu.
Rak 8: dari game dan mainan
Rak dari game dan mainan memuat dua belas film dengan rata-rata rating 7,05 dan rata-rata durasi 110 menit. Semuanya dirilis antara 2007 dan 2024, dan tujuh di antaranya animasi. Ini sumber cerita termuda: tokohnya lahir di layar permainan atau di rak toko mainan.
Dari permainan video datang tiga film landak biru, Sonic the Hedgehog (2020), Sonic the Hedgehog 2 (2022), dan Sonic the Hedgehog 3 (2024), serta The Super Mario Bros. Movie (2023). Sonic ketiga dan Mario sama-sama memiliki rating 7,6, tertinggi di rak ini. Dua film The Angry Birds Movie (2016) dan lanjutannya dari 2019 berasal dari permainan ponsel.
Dari mainan datang The Lego Movie (2014) dan The Lego Batman Movie (2017), yang dibangun dari balok plastik; Trolls (2016) dan Trolls World Tour (2020), dari boneka berambut warna-warni; serta Transformers (2007) dan Transformers: Age of Extinction (2014), dari robot mainan yang bisa berubah bentuk.
Rak 9: dari wahana taman hiburan
Rak dari wahana adalah rak terkecil dan paling unik: lima film yang berasal dari wahana di taman hiburan. Rata-rata ratingnya 7,28 dan rata-rata durasinya 145 menit.
Empat di antaranya adalah film bajak laut yang berasal dari wahana perahu di taman hiburan Disney: Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl (2003) dengan rating 7,8, Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest (2006), Pirates of the Caribbean: At World's End (2007), dan Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011). Film kelima, Jungle Cruise (2021), berasal dari wahana perahu sungai di taman yang sama.
Sebuah wahana hanya punya suasana dan beberapa adegan, sehingga penulis film bebas mengarang hampir seluruh ceritanya. Keberhasilan film bajak laut pertama membuktikan bahwa sumber sekecil itu pun cukup.
Lima rak gambar dan panggung sebagai satu kelompok
Rak komik, manga dan anime, panggung, game dan mainan, serta wahana membentuk kelompok Dari gambar dan panggung: 64 film dengan rata-rata rating 7,34 dan rata-rata durasi 126 menit. Sembilan belas di antaranya film aksi.
Kelompok ini menghimpun sumber yang sudah punya rupa sebelum menjadi film. Tokoh komik sudah digambar, lakon sudah dipentaskan, tokoh permainan sudah dimainkan jutaan orang. Tantangan pembuat filmnya adalah menghidupkan rupa itu sambil tetap setia kepada penggemar lama.
Rentang waktunya paling lebar di antara lima kelompok: dari Grand Hotel tahun 1932 sampai Demon City tahun 2025. Panduannya ada di Panduan film dari gambar dan panggung.
Rak 10: dari kisah nyata
Rak dari kisah nyata memuat delapan belas film mancanegara tentang peristiwa dan orang yang benar-benar ada. Rata-rata ratingnya 7,96, dan sembilan filmnya memiliki rating 8,0 atau lebih. Lima belas di antaranya drama, dan rata-rata durasinya 145 menit.
Schindler's List (1993) memimpin dengan rating 8,6: kisah pengusaha yang menyelamatkan lebih dari seribu orang dari kamp maut. Tiga film Korea berdiri dekat di belakangnya. Hope (2013) memiliki rating 8,4, Silenced (2011) memiliki 8,2, dan A Taxi Driver (2017) memiliki 8,0. Ketiganya mengangkat peristiwa yang mengguncang masyarakat Korea, dan Silenced bahkan mendorong perubahan undang-undang.
Green Book (2018) memiliki rating 8,2, Togo (2019), kisah anjing penarik kereta salju, 8,1, dan Lion (2016), kisah anak India yang mencari keluarganya lewat peta satelit, 8,0. Oppenheimer (2023) dan Lawrence of Arabia (1962) juga 8,0; yang kedua berdurasi 228 menit dan menjadi film tertua di rak ini.
Kisah hidup tokoh terkenal mengisi sisanya: A Beautiful Mind (2001) tentang seorang matematikawan, The King's Speech (2010) tentang raja yang gagap, The Social Network (2010) tentang lahirnya sebuah jejaring sosial, King Richard (2021) tentang ayah dua juara tenis, dan The Last Emperor (1987) tentang kaisar terakhir Tiongkok. Braveheart (1995), 12 Years a Slave (2013), Spotlight (2015), dan I'm Still Here (2024) dari Brasil melengkapi rak.
Rak 11: dari kisah nyata Indonesia
Rak dari kisah nyata Indonesia memuat dua belas film tentang tokoh dan peristiwa di tanah air. Rata-rata ratingnya 6,97 dan rata-rata durasinya 126 menit. Sembilan di antaranya drama.
Tokoh bangsa adalah bahan utamanya. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) mengikuti jalan sang proklamator, Kartini (2017) mengikuti perempuan Jepara yang menulis surat-surat terkenal itu, dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018) kembali ke abad ketujuh belas. Keempat film Hanung Bramantyo di rak ini, termasuk Rudy Habibie (2016), menjadikannya sutradara yang paling sering mengangkat sejarah.
Kisah B.J. Habibie hadir dua kali. Film tentang cintanya kepada Ainun dari 2012 dan Rudy Habibie sama-sama memiliki rating 7,7, tertinggi di rak ini. Gie (2005) mengangkat catatan harian seorang aktivis mahasiswa, dan Soegija (2012) mengangkat uskup pribumi pertama pada masa perang.
Kisah yang lebih dekat dengan masa kini juga hadir. Sokola Rimba (2013) mengikuti seorang guru di tengah hutan Jambi. 3 Srikandi (2016) mengisahkan tiga pemanah yang membawa pulang medali Olimpiade pertama Indonesia. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014), 13 Bom di Jakarta (2023), dan Norma: Antara Mertua dan Menantu (2025) berangkat dari pengalaman dan peristiwa yang ramai dibicarakan.
Dua rak dunia nyata sebagai satu kelompok
Dua rak itu membentuk kelompok Dari dunia nyata: 30 film dengan rata-rata rating 7,56 dan rata-rata durasi 137 menit, terpanjang di antara lima kelompok. Dua puluh empat di antaranya drama, dan dua belas film Indonesia.
Film dari kisah nyata punya daya tarik khusus: penonton tahu bahwa di balik layar ada orang sungguhan. Karena itu pula penonton perlu ingat bahwa film tetaplah film. Peristiwa diringkas, tokoh digabung, dan percakapan dikarang supaya cerita mengalir. Anggaplah film semacam ini sebagai pintu masuk, lalu baca sejarahnya bila tertarik. Panduannya ada di Panduan film dari dunia nyata.
Rak 12: buat ulang film lama
Rak buat ulang memuat tujuh belas film yang dibuat ulang dari film terdahulu. Rata-rata ratingnya 7,15 dan rata-rata durasinya 122 menit. Sepuluh berbahasa Inggris, tiga berbahasa Korea, tiga berbahasa Indonesia, dan satu berbahasa Hindi.
Buat ulang lintas negara adalah bagian yang paling menarik. The Departed (2006), dengan rating 8,2, adalah versi Amerika dari sebuah film Hong Kong. CODA (2021), dengan rating 7,9, adalah versi Amerika dari sebuah film Prancis. Dua film Korea, Hard Hit (2021) dan Believer (2018), dibuat ulang dari film Spanyol dan film Hong Kong. Even If This Love Disappears Tonight (2025), versi Korea dari film Jepang, memiliki rating 8,5, tertinggi di rak ini.
Indonesia ikut dalam arus itu dengan tiga film. Bebas (2019), dengan rating 8,0, dan Sweet 20 (2017) sama-sama dibuat ulang dari film Korea yang sangat laris. My Sassy Girl (2022) pun demikian. Ketiganya memindahkan cerita ke Jakarta dan menyesuaikan lelucon serta lagunya dengan selera lokal.
Jenis kedua adalah studio yang membuat ulang filmnya sendiri. Disney menghidupkan kembali animasi lamanya dengan pemeran dan gambar komputer: The Jungle Book (2016), Beauty and the Beast (2017), Aladdin (2019), The Lion King (2019), dan Dumbo (2019). The Mummy (1999), The Karate Kid (2010), Ghostbusters (2016), dan Don (2006) dari India adalah versi baru dari film lama di negerinya masing-masing.
Rak 13: dari serial televisi
Rak dari serial televisi memuat sepuluh film, dan tujuh di antaranya film Indonesia. Rata-rata ratingnya 7,24 dan rata-rata durasinya 104 menit, terpendek di MovieOn21 bersama rak dongeng. Semuanya dirilis antara 2015 dan 2025.
Sinetron lama yang dicintai penonton menjadi bahan yang subur. Keluarga Cemara (2019), dengan rating 8,0, menghidupkan kembali keluarga sederhana dari serial 1990-an. 1 Kakak 7 Ponakan (2025), dengan rating 8,4 yang tertinggi di rak ini, juga berangkat dari sinetron 1990-an. Tersanjung: The Movie (2021) memiliki rating 8,2.
Dua film Si Doel the Movie (2018) dan lanjutannya dari 2019 meneruskan kisah Doel, Sarah, dan Zaenab sesudah serialnya lama usai, dengan para pemeran aslinya. Preman Pensiun: The Movie (2019) melakukan hal serupa. Sore: Istri Dari Masa Depan (2025) berasal dari serial web, bentuk tontonan yang lebih baru.
Tiga film mancanegara di rak ini berasal dari kartun televisi: dua film SpongeBob, The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water (2015) dan The SpongeBob Movie: Sponge on the Run (2020), serta Dora and the Lost City of Gold (2019), yang mengubah kartun anak menjadi petualangan dengan pemeran manusia.
Rak 14: dari dongeng dan legenda
Rak dari dongeng dan legenda memuat enam film dengan rata-rata rating 7,3. Dongeng adalah sumber cerita tertua di dunia, diwariskan dari mulut ke mulut jauh sebelum ada buku.
Puss in Boots: The Last Wish (2022), dengan rating 8,2, meminjam kucing bersepatu bot dari dongeng Eropa. Frozen (2013) berangkat dari dongeng Ratu Salju. Maleficent (2014) dan Maleficent: Mistress of Evil (2019) menceritakan dongeng Putri Tidur dari sisi sang penyihir. Moana (2016) terilhami legenda para pelaut Polinesia dan manusia setengah dewa Maui.
Dari Indonesia hadir Legenda Kelam Malin Kundang (2025), yang menafsirkan ulang legenda anak durhaka dari Sumatra Barat untuk penonton masa kini.
Tiga rak layar dan cerita lama sebagai satu kelompok
Rak buat ulang, serial televisi, dan dongeng membentuk kelompok Dari layar dan cerita lama: 33 film dengan rata-rata rating 7,21 dan rata-rata durasi 114 menit. Sebelas di antaranya film Indonesia.
Kelompok ini adalah yang termuda: rata-rata tahun rilisnya 2018, dan film tertuanya berasal dari 1999. Cerita yang sudah dikenal penonton dianggap lebih aman bagi studio, sehingga buat ulang dan film dari serial makin sering dibuat. Hasilnya beragam, dan yang terbaik selalu yang berani menambahkan sesuatu yang baru. Panduannya ada di Panduan film dari layar dan cerita lama.
Rak 15: cerita asli
Rak cerita asli memuat delapan belas film mancanegara yang naskahnya ditulis langsung untuk layar. Rata-rata ratingnya 8,21, tertinggi di antara enam belas rak, dan lima belas filmnya memiliki rating 8,0 atau lebih. Delapan di antaranya animasi.
Empat film memiliki rating 8,5: Interstellar (2014), Parasite (2019), Spirited Away (2001), dan Your Name. (2016). Keempatnya lahir dari gagasan sutradaranya sendiri, dan keempatnya sulit dibayangkan sebagai buku atau komik lebih dulu. Itulah kekuatan cerita asli: ia dirancang untuk gambar dan suara sejak kalimat pertama.
Studio Pixar adalah pabrik cerita asli terbesar di rak ini. Toy Story (1995), WALL·E (2008), Up (2009), Inside Out (2015), Coco (2017), dan Soul (2020) semuanya ditulis di dalam studio, dan semuanya memiliki rating 7,9 atau lebih.
Film berpemeran manusia di rak ini sama beragamnya. Star Wars (1977) membuka sebuah galaksi dari kepala satu orang. Titanic (1997) menaruh kisah cinta rekaan di atas kapal yang sungguh tenggelam. Gladiator (2000) dan Django Unchained (2012) sama-sama memiliki rating 8,2, begitu pula The Apartment (1960), film tertua di rak. Dari Italia hadir Life Is Beautiful (1997) dan Cinema Paradiso (1988), keduanya 8,4. La La Land (2016) adalah musikal yang ditulis langsung untuk bioskop.
Rak 16: cerita asli Indonesia
Rak cerita asli Indonesia memuat delapan belas film Indonesia yang ditulis langsung untuk layar. Rata-rata ratingnya 7,43, tertinggi di antara empat rak yang seluruhnya berisi film Indonesia. Rentang tahunnya 2000 sampai 2025.
Kebangkitan film Indonesia pada awal abad ini dimulai dengan cerita asli. Petualangan Sherina (2000), musikal anak dengan rating 7,9, dan Ada Apa dengan Cinta? (2002), dengan rating 7,5, sama-sama ditulis untuk layar dan sama-sama mengembalikan penonton ke bioskop. Keduanya mendapat lanjutan bertahun-tahun kemudian: Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016) dan Petualangan Sherina 2 (2023).
Film laga Indonesia yang dikenal dunia juga cerita asli. Serbuan Maut (2012), The Raid 2: Berandal (2014), dan The Night Comes For Us (2018) lahir dari naskah yang dirancang di sekitar koreografi silat. Pengepungan di Bukit Duri (2025) menambahkan ketegangan di sebuah sekolah.
Komedi dan drama keluarga mengisi sisanya. Cek Toko Sebelah (2016), Cek Toko Sebelah 2 (2022), dan Susah Sinyal (2017) ditulis dan disutradarai Ernest Prakasa. Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dan Love for Sale (2018) sama-sama memiliki rating 7,9. 27 Steps of May (2019) memiliki 8,1, tertinggi di rak ini. Dua Garis Biru (2019), Janji Joni (2005), Orang Kaya Baru (2019), dan animasi Jumbo (2025) melengkapi rak.
Dua rak cerita asli sebagai satu kelompok
Dua rak itu membentuk kelompok Cerita asli: 36 film dengan rata-rata rating 7,82, tertinggi di antara lima kelompok. Enam belas filmnya memiliki rating 8,0 atau lebih, dan separuhnya, delapan belas, film Indonesia.
Tiga puluh enam dari 229 film berarti kira-kira satu dari enam. Lima dari enam film di MovieOn21 diangkat dari sesuatu yang sudah ada. Perbandingan itu mencerminkan dunia film pada umumnya: cerita yang sudah dikenal lebih mudah dibiayai, dan cerita asli memerlukan keberanian lebih. Panduannya ada di Panduan cerita asli.
Sumber dan rating
Bila enam belas rak dijajarkan menurut rata-rata rating, urutannya begini. Cerita asli memimpin dengan 8,21, disusul novel dengan 8,13 dan kisah nyata dengan 7,96. Lalu komik 7,64, novel remaja 7,49, cerita asli Indonesia 7,43, panggung 7,39, buku anak 7,34, dongeng 7,3, wahana 7,28, serial televisi 7,24, manga dan anime 7,18, buat ulang 7,15, game dan mainan 7,05, novel Indonesia 7,02, dan kisah nyata Indonesia 6,97.
Tiga rak teratas punya satu kesamaan: ceritanya kuat lebih dulu. Novel besar sudah teruji oleh jutaan pembaca, kisah nyata sudah teruji oleh sejarah, dan cerita asli yang sampai ke layar biasanya lolos dari saringan yang sangat ketat. Rak game dan mainan berada di bawah karena sumbernya hanya menyediakan tokoh, dan ceritanya harus dikarang dari awal.
Angka rak Indonesia perlu dibaca tersendiri. Film Indonesia dinilai oleh lebih sedikit orang, dan penilainya kebanyakan penonton dalam negeri yang lebih kritis terhadap film sendiri. Bandingkan rak Indonesia dengan rak Indonesia: cerita asli 7,43, serial televisi yang hampir seluruhnya film Indonesia 7,24, novel 7,02, dan kisah nyata 6,97.
Di seluruh situs, 229 film memiliki rata-rata rating 7,47 dan rata-rata durasi 126 menit. Lima puluh tujuh film memiliki rating 8,0 atau lebih, dan seratus dua puluh enam memiliki 7,5 atau lebih. Pembahasannya ada di Sumber dan rating.
Penulis yang paling sering difilmkan
Di balik rak buku berdiri para penulis, dan beberapa nama muncul berkali-kali. J.K. Rowling memimpin dengan delapan film Harry Potter di rak novel remaja. J.R.R. Tolkien dan Suzanne Collins masing-masing hadir dengan tiga film, yaitu trilogi The Lord of the Rings dan tiga film The Hunger Games. Mario Puzo hadir dengan dua film The Godfather.
Di rak buku anak, Chris Van Allsburg hadir dengan dua film dari dua buku bergambar yang berbeda, dan Cressida Cowell dengan dua film naga. Di rak novel Indonesia, Andrea Hirata, Pidi Baiq, dan Dee Lestari sama-sama hadir dengan tiga film.
Sembilan penulis itu bersama-sama menyumbang dua puluh sembilan film, hampir separuh dari 66 film di kelompok buku. Penulis yang bukunya berhasil di layar cenderung difilmkan lagi, sebab pembacanya sudah menunggu. Bila Anda menyukai satu film dari seorang penulis, rak yang sama biasanya menyimpan saudaranya.
Animasi dan sumbernya
Tiga puluh enam film di MovieOn21 adalah animasi, dan sumbernya tersebar luas. Sembilan lahir dari cerita asli: delapan film mancanegara dan Jumbo dari Indonesia. Delapan berasal dari buku anak, tujuh dari game dan mainan, empat dari manga dan anime, tiga dari dongeng, dua dari komik, dua dari serial televisi, dan satu adalah buat ulang.
Angka itu menjelaskan kebiasaan dua studio besar. Pixar hampir selalu menulis cerita asli, dan enam filmnya berdiri di rak itu. Studio lain lebih sering berangkat dari buku anak dan dongeng yang sudah dikenal keluarga. Sementara itu film dari game dan mainan lebih dari separuhnya animasi, sebab tokohnya memang lahir sebagai gambar.
Bagi orang tua, pola itu berguna. Animasi dari buku anak bisa dilanjutkan dengan membaca bukunya sebelum tidur. Animasi dari dongeng bisa dilanjutkan dengan mendongeng versi aslinya. Dan animasi cerita asli bisa dilanjutkan dengan pertanyaan kesukaan anak: sesudah itu apa yang terjadi?
Enam puluh dua film Indonesia dan sumbernya
Enam puluh dua film Indonesia berdiri di MovieOn21, lebih dari seperempat isi situs. Sebarannya menurut sumber memperlihatkan dari mana perfilman kita mengambil cerita. Delapan belas diangkat dari novel dan buku, delapan belas cerita asli, dua belas dari kisah nyata, tujuh dari serial televisi dan serial web, tiga buat ulang, dua dari komik, satu dari komik web, dan satu dari legenda.
Novel dan cerita asli sama kuatnya, masing-masing delapan belas film. Novel laris memberi jaminan penonton: pembaca Laskar Pelangi dan Dilan datang berbondong-bondong ke bioskop. Cerita asli memberi kebebasan: film laga, komedi keluarga, dan drama kecil yang berani lahir dari sini.
Sumber yang khas Indonesia adalah sinetron. Tujuh film berangkat dari serial yang dulu ditonton seisi rumah, dan tiga di antaranya memiliki rating 8,0 atau lebih. Kenangan bersama itu ternyata bahan film yang sangat baik bila digarap dengan sungguh-sungguh.
Komik masih menjadi sumber yang jarang dipakai, dengan Gundala dan Sri Asih sebagai perintis, dan permainan video serta panggung sama sekali kosong dari film Indonesia di sini. Di situ terbuka ruang bagi pembuat film masa depan. Daftar lengkapnya ada di Film Indonesia di MovieOn21.
Sutradara yang berpindah sumber
Sutradara besar jarang setia pada satu sumber, dan MovieOn21 memperlihatkan jejak mereka. Riri Riza hadir dengan delapan film di empat kelompok: Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi dari novel, Gie dan Sokola Rimba dari kisah nyata, Bebas sebagai buat ulang, serta Ada Apa Dengan Cinta? 2 dan dua film Petualangan Sherina sebagai cerita asli.
Hanung Bramantyo hadir dengan sembilan film: empat dari novel, yaitu Ayat-Ayat Cinta, Bumi Manusia, dan dua film Perahu Kertas, empat dari kisah nyata, dan satu dari sinetron, yaitu Tersanjung: The Movie yang ia garap bersama sutradara lain. Yandy Laurens menyutradarai tiga film di rak serial televisi, dan ketiganya termasuk yang ratingnya tertinggi di sana.
Di Hollywood, Christopher Nolan hadir di tiga kelompok: The Dark Knight Rises dari komik, Oppenheimer dari kisah nyata, dan Interstellar sebagai cerita asli. Steven Spielberg hadir dengan Jurassic Park dari novel dan Schindler's List dari kisah nyata, dua film yang dirilis pada tahun yang sama. David Fincher membuat Gone Girl dari novel dan The Social Network dari kisah nyata.
Miloš Forman membuat One Flew Over the Cuckoo's Nest dari novel dan Amadeus dari lakon panggung. David Lean membuat The Bridge on the River Kwai dari novel dan Lawrence of Arabia dari kisah nyata. Jon Favreau membuat Iron Man dari komik, lalu dua buat ulang untuk Disney. Sumber boleh berganti, dan tangan sutradara tetap terasa.
Baca dulu atau tonton dulu
Pembaca selalu berdebat tentang urutan yang benar. Jawaban MovieOn21: dua-duanya baik, tergantung apa yang Anda cari. Membaca dulu memberi Anda cerita yang lengkap, dengan pikiran tokoh dan cabang cerita yang dipangkas film. Menonton dulu memberi Anda kejutan di bioskop, lalu buku menjadi tambahan yang memperkaya.
Untuk novel yang sangat tebal, menonton dulu sering lebih ramah. The Lord of the Rings dan Dune lebih mudah dibaca bila wajah dan tempatnya sudah terbayang. Untuk novel yang kekuatannya ada pada suara pencerita, seperti Laskar Pelangi atau Bumi Manusia, membaca dulu memberi pengalaman yang lebih penuh.
Untuk komik dan manga, urutannya hampir bebas, sebab film biasanya hanya mengambil satu bagian dari cerita yang panjang. Untuk kisah nyata, tonton dulu, lalu baca sejarahnya untuk mengetahui bagian mana yang diubah. Kiat lengkapnya ada di Baca dulu atau tonton dulu.
Sumber dan zaman
Tiap zaman punya sumber kesayangannya. Rak panggung adalah yang tertua, dengan rata-rata tahun rilis 1974: pada masa awal film bersuara, studio banyak memindahkan lakon dan musikal yang sudah laris di teater. Rak novel menyusul dengan rata-rata 1984.
Rak komik berpusat di 2015, rak manga dan rak game di 2018, dan rak serial televisi di 2020, yang termuda. Sejak efek komputer mampu menghidupkan pahlawan super dan tokoh permainan, sumber bergambar menjadi tambang utama bioskop.
Cerita asli dan kisah nyata hadir di semua zaman. Rak cerita asli terbentang dari 1960 sampai 2020, dan rak kisah nyata dari 1962 sampai 2024. Dua sumber itu selalu dipakai, apa pun mode yang sedang berlaku.
Sumber dan durasi
Panjang film ikut ditentukan sumbernya. Rak novel memiliki rata-rata 164 menit, terpanjang di MovieOn21. Rak kisah nyata dan rak wahana sama-sama 145 menit. Rak komik, panggung, dan novel remaja sama-sama 132 menit.
Di ujung lain, rak serial televisi dan rak dongeng rata-rata 104 menit, rak buku anak 105 menit, dan rak game dan mainan 110 menit. Sumber yang ditujukan bagi anak dan keluarga menghasilkan film yang ringkas, sedangkan novel tebal dan riwayat hidup tokoh besar memerlukan waktu.
Film terpanjang di situs ini adalah Gone with the Wind dengan 238 menit, dari novel, disusul Lawrence of Arabia dengan 228 menit, dari kisah nyata, dan Ben-Hur dengan 212 menit, dari novel. Film Indonesia terpanjang adalah Bumi Manusia dengan 181 menit, juga dari novel. Jadi bila waktu Anda terbatas malam ini, mulailah dari rak di paruh bawah daftar ini.
Seberapa setia film kepada sumbernya
Pertanyaan yang selalu muncul sesudah menonton film adaptasi: setia atau bebas? MovieOn21 memuat contoh dari kedua ujung. Tiga film The Lord of the Rings dan delapan film Harry Potter mengikuti bukunya dengan cukup rapat, adegan demi adegan, walau banyak bagian dipangkas. Penggemar buku umumnya puas, dan ratingnya tinggi.
Di ujung lain ada film yang hanya meminjam judul dan tokoh. Forrest Gump jauh lebih lembut daripada novelnya. Shrek mengembangkan buku bergambar tiga puluh halaman menjadi dunia dongeng yang penuh lelucon. Film bajak laut dari wahana taman hiburan mengarang hampir semuanya. Kebebasan itu sah, dan sering justru menghasilkan film yang lebih hidup.
Buat ulang punya ukuran yang berbeda: seberapa banyak hal baru yang dibawa. The Departed memindahkan cerita Hong Kong ke Boston dan menambahkan lapisan tentang keluarga dan kesetiaan. Bebas memindahkan cerita Korea ke Jakarta tahun 1990-an lengkap dengan lagu-lagu masa itu. Buat ulang yang hanya menyalin jarang diingat orang.
Untuk kisah nyata, kesetiaan adalah soal tanggung jawab. Pembuat film boleh meringkas dan mendramatisasi, selama inti peristiwanya terjaga. Penonton yang penasaran selalu bisa membandingkan film dengan catatan sejarah, dan perbandingan itu sendiri tontonan yang mengasyikkan.
Sumber mana untuk malam ini
Pilih rak menurut suasana Anda. Ingin tenggelam dalam cerita panjang yang matang? Rak novel, dengan rata-rata durasi 164 menit, menyediakan The Godfather dan Gone with the Wind. Ingin tontonan ringan bersama anak? Rak buku anak dan rak game, dengan rata-rata 105 dan 110 menit, menyediakan Paddington dan Sonic.
Ingin terinspirasi? Rak kisah nyata menyediakan Lion, Togo, dan King Richard, dan rak kisah nyata Indonesia menyediakan 3 Srikandi dan Sokola Rimba. Ingin bernyanyi? Rak panggung menyediakan Mamma Mia!, Grease, dan The Sound of Music.
Ingin kejutan yang sepenuhnya baru? Rak cerita asli adalah tempatnya, sebab di sana mustahil Anda sudah membaca akhir ceritanya. Dan bila Anda rindu masa kecil, rak serial televisi menghadirkan kembali Keluarga Cemara dan Si Doel.
Pencarian di MovieOn21
Kotak pencarian di bilah atas MovieOn21 menerima judul, nama pemeran, nama sutradara, dan tahun. Ketik "Dilan" untuk tiga film dari novel Pidi Baiq. Ketik "Tom Hanks" untuk Forrest Gump dan The Polar Express, satu dari novel dan satu dari buku anak. Ketik "Hanung Bramantyo" untuk sembilan filmnya di tiga rak.
Judul asli dan judul bahasa Inggris sama-sama dikenali, sehingga "The Raid" dan "Serbuan Maut" menuju film yang sama. Kata tambahan seperti nonton atau subtitle Indonesia di sekitar judul diabaikan. Nama sumber tertulis di bawah tiap poster hasil pencarian, jadi Anda langsung tahu dari mana cerita film itu datang.
Kiat lengkapnya ada di Pencarian. Halaman A–Z menjajarkan 229 judul menurut abjad, dan halaman Semua film menurut kepopuleran.
Isi halaman film
Halaman film di MovieOn21 dibuka dengan poster, judul, tahun, durasi, rating, dan genre. Sinopsis berbahasa Indonesia ditulis ringkas dan aman dari bocoran. Di bawahnya tertulis pemeran utama, sutradara, negara asal, dan bahasa asli.
Rak sumber film itu tertulis sebagai tautan. Dari halaman Laskar Pelangi, satu ketukan membawa Anda ke tujuh belas film Indonesia lain yang lahir dari novel. Deretan Film serupa di bagian bawah menampilkan tetangga dari rak yang sama, film yang berbagi asal-usul.
Tombol Tonton sekarang bekerja bersama pilihan negara. Sesudah negara dipilih, tombol itu membuka JustWatch pada judul yang sama dan memperlihatkan layanan langganan, sewa, atau beli yang resmi. MovieOn21 adalah panduan untuk memilih, dan penayangan film dilakukan oleh layanan resmi tersebut.
Bahasa dan subtitle
MovieOn21 memuat film dari tujuh bahasa: 141 berbahasa Inggris, 62 berbahasa Indonesia, 12 berbahasa Jepang, 10 berbahasa Korea, dua berbahasa Italia, serta satu berbahasa Portugis dan satu berbahasa Hindi. Film Jepang hampir semuanya berdiri di rak manga dan anime, dan film Korea terbagi di rak kisah nyata, buat ulang, serta manga.
Semua film memiliki sinopsis berbahasa Indonesia. Ketersediaan teks terjemahan ditentukan oleh layanan resmi yang menayangkan tiap film, jadi periksalah pilihan bahasa di halaman layanan itu sesudah menekan Tonton sekarang. Keterangannya ada di Bahasa dan subtitle.
Daftar Saya: rak baca dan tonton Anda
Tombol Daftar Saya di tiap halaman film menyimpan judul itu ke daftar pribadi. Di MovieOn21 daftar ini cocok dipakai sebagai rak baca dan tonton: simpan film yang bukunya sedang Anda baca, lalu tonton sesudah halaman terakhir. Atau simpan satu film dari tiap rak sumber, enam belas film untuk enam belas asal-usul.
Daftar itu tersimpan di peramban perangkat Anda, bebas dari pendaftaran dan kata sandi. Ponsel dan laptop menyimpan daftarnya masing-masing. Tekan tombol yang sama sekali lagi untuk mengeluarkan film. Catat judul penting sebelum membersihkan data peramban. Keterangannya ada di Panduan Daftar Saya.
MovieOn21 di ponsel
Di layar ponsel, papan sumber tetap tersusun dalam lima baris, dengan kotak rak yang menyusut rapi. Deretan poster tampil dua atau tiga per baris, dan nama sumber di bawah poster tetap terbaca. Menu dan kotak pencarian dibuka lewat tombol di sudut atas.
Tema gelap kebiruan MovieOn21 nyaman di mata pada malam hari, dan poster dimuat saat mendekati layar supaya kuota terpakai hemat. Lewat menu peramban, pilihan Tambahkan ke layar utama menaruh MovieOn21 di samping aplikasi lain. Kiat lain ada di MovieOn21 di ponsel.
Langkah pertama
Untuk kunjungan pertama, mulailah dari sumber yang paling Anda sukai di luar bioskop. Pembaca novel membuka rak novel atau rak novel Indonesia. Penggemar komik membuka rak komik atau rak manga. Penyuka sejarah membuka rak kisah nyata. Lihat poster terpopulernya, buka satu film, baca sinopsisnya, dan simpan ke Daftar Saya bila cocok.
Sesudah itu, cobalah satu rak yang sumbernya asing bagi Anda. Penggemar pahlawan super yang mencoba rak panggung sering jatuh cinta pada Amadeus, dan pembaca novel yang mencoba rak cerita asli menemukan bahwa cerita yang lahir untuk layar punya keajaibannya sendiri.
Ada pula permainan kecil yang seru dimainkan bersama teman. Pilih satu film dari halaman Semua film, tutupi keterangan di bawah posternya, lalu tebak sumbernya: novel, komik, kisah nyata, atau cerita asli? Banyak tebakan meleset dengan cara yang menyenangkan. Men in Black ternyata dari komik, Casablanca dari lakon panggung, Shrek dari buku bergambar, dan Big Hero 6 dari komik Marvel. Makin sering Anda bermain, makin tajam mata Anda membaca kalimat kecil di poster.
Satu hal lagi yang patut dicoba: pilih satu cerita, lalu ikuti jejaknya melintasi sumber. Seorang penonton Harry Potter bisa pindah ke rak novel untuk The Lord of the Rings, lalu ke rak buku anak untuk How to Train Your Dragon. Seorang penonton Dilan bisa pindah ke Perahu Kertas, lalu ke Ada Apa dengan Cinta? di rak cerita asli. Tiap perpindahan membuka sumber baru, dan pelan-pelan seluruh enam belas rak terasa akrab.
Halaman Tentang menjelaskan sumber data MovieOn21. Selamat menelusuri asal-usul cerita, dan selamat menonton.
Pertanyaan
Apa itu MovieOn21?
MovieOn21 adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menata 229 film menurut sumber ceritanya, dalam enam belas rak dari novel sampai cerita asli.
Apa arti angka 21 di sini?
Enam belas rak sumber ditambah lima daftar gabungan menghasilkan dua puluh satu daftar.
Bagaimana sumber sebuah film ditentukan?
Dari kata kunci yang tercatat di TMDB, lalu diperiksa redaksi judul demi judul. Tiap film dicatat dengan satu sumber utama.
Rak mana yang ratingnya paling tinggi?
Rak cerita asli, dengan rata-rata 8,21 dari delapan belas film. Rak novel menyusul dengan 8,13.
Berapa film Indonesia di MovieOn21?
Enam puluh dua film: delapan belas dari novel, delapan belas cerita asli, dua belas dari kisah nyata, dan empat belas dari sumber lain.
Film apa yang diangkat dari wahana taman hiburan?
Empat film Pirates of the Caribbean dan Jungle Cruise, semuanya berasal dari wahana perahu di taman hiburan.
Apakah film dari kisah nyata selalu sesuai sejarah?
Film meringkas dan mendramatisasi peristiwa. Anggaplah sebagai pintu masuk, lalu bandingkan dengan catatan sejarah bila tertarik.
Bagaimana cara menonton film pilihan saya?
Buka halaman film, pilih negara Anda, lalu tekan Tonton sekarang. JustWatch memperlihatkan layanan resmi yang menayangkan judul itu.
Apakah Daftar Saya memerlukan akun?
Daftar Saya bekerja bebas dari akun. Simpanan Anda tinggal di peramban perangkat yang Anda pakai.
Sebaiknya baca bukunya dulu atau tonton filmnya dulu?
Keduanya baik. Membaca dulu memberi cerita yang lengkap, dan menonton dulu menjaga kejutan di layar.
7,8
6,6
7,2
6,6
7,7
8,1
8,1
7,6
8,2
8,2
7,7
8,1
7,4
7,0
8,1
8,0
7,7
7,1
8,6
7,4
8,2
8,0
7,9
7,9
8,2
7,0
7,1
7,1
7,0
6,9
8,5
8,2
7,9
7,9
8,2
8,0